Dori Sakurada look.2

Wawancara dengan Dori Sakurada bagian kedua
akan mengupas tuntas kehidupan pribadinya!

Selain aktif sebagai aktor, Dori Sakurada juga mulai dikenal dalam dunia musik. Wawancara bagian kedua memuat lengkap beragam topik yang memiliki fokus dalam pembahasan kehidupan pribadi Sakurada mulai dari kepribadian mengejutkan hasil analisisnya sendiri sampai pada tipe wanita kesukaannya!

p2

──Bagaimana kamu biasanya berpakaian sehari-hari?

Saya kebanyakan memakai warna hitam. Untuk bentuk baju dan desainnya saya menyukai baju yang memiliki karakteristik. Pakaian yang saya punya kebanyakan bisa dipadupadankan dengan kombinasi mana pun baik atasan maupun bawahan. Saya biasanya langsung membeli barang yang saya suka.

──Jadi memilih dengan intuisi, ya?

Iya, betul. Saya jarang bingung memilih. Saya sering belanja di Harajuku atau Aoyama. Biasanya mampir dulu ke sana sepulang kerja karena saya jarang keluar rumah di hari libur (tertawa).

p3

──Wah, ternyata kamu anak rumahan, ya!

Kalau lagi libur biasanya selalu di rumah. Saya berpakaian rapi hanya kalau pergi kerja saja (tertawa). Tapi, saya ingin agar orang lain menilai saya orang seperti apa dari yang saya pakai sehingga saya tidak mau berpakaian sembarangan.

Walaupun begitu, kalau hari libur saya selalu memakai piyama seharian (tertawa). Saya tidak beranjak dari kasur. Saya menghabiskan waktu dengan bermain komputer dan membaca komik. Makan pun demikian. Kalau lagi malas, saya seharian bisa benar-benar tidak makan apa-apa. Selera makan sih ada tapi saya tidak bisa keluar dari ranjang karena malas makan (tertawa).

──Sepertinya perbedaan antara kerja dan libur besar, ya?

Tapi sisi dalam saya hampir tidak ada perubahan. Di tempat seperti ini biasanya ada orang trendi yang penampilan luarnya berubah tapi perasaannya selalu datar. Saat ini pun perasaan saya sama seperti saat berada di rumah.

p4

──Menurut analisis sendiri, kamu tipe orang yang seperti apa?

Saya itu tipe orang yang punya perbedaan mencolok terhadap hal yang sangat diperhatikan dan hal yang tidak dipedulikan. Saat berbicara dengan orang pun, bila topiknya menarik, saya ingin terus mendengarnya tapi kalau tidak menarik, tampang saya akan seperti orang mati (tertawa).

──Bisa dibilang agak ekstrem, ya….

Ya, ekstrem! Dalam hal apa pun saya punya sisi ekstrem. Contohnya bila ada ramen yang saya sukai, saya bisa terus memakannya selama seminggu. Baju juga sama, ada kalanya saya banyak sekali beli baju dan ada kalanya juga saya sama sekali tidak tertarik. Mungkin ini saya saja yang tidak bisa mengontrol diri (tertawa).

p5

──Jangan-jangan kamu golongan darah B?

Ya, saya B (tertawa). Orang bergolongan darah B itu punya kesan kasar bukan? Tapi kalau saya, saya ingin agar kamar saya itu bersih. Saya sangat perhatian bila menyangkut wilayah pribadi. Nah kalau hotel atau tempat-tempat yang tidak ada hubungannya dengan saya, perlakuan saya ke tempat itu sangat buruk (tertawa).

──Wuah (tertawa). Hal ini tidak berdampak apa-apa ke pekerjaan?

Mungkin saya terlalu terbawa oleh tokoh yang saya perankan. Saya tidak bisa minum kopi tapi saat memerankan tokoh karyawan kantor saja saya bisa minum kopi. Ini pemikiran pribadi saja sih, menurut saya karyawan kantor yang modis = kopi, kurang lebih begitu gambarannya (tertawa).

Lalu saat memerankan tokoh pelajar, saya jadi sering pergi karaoke. Saya jadi menyukai hal-hal yang seru. Walaupun begitu, saya tidak ada keinginan untuk terbawa-bawa peran yang saya mainkan sih…(tertawa).

p6

──Terhadap wanita pun kamu punya hal yang diperhatikan secara khusus?

Tidak, saya tidak punya hal khusus yang diperhatikan tapi saya suka orang yang serius, jujur, dan lurus. Soal baju wanita pun saya pikir baik bila orang itu punya gaya yang mendekati saya tapi jujur saja mungkin saya tidak punya perhatian khusus untuk hal ini. Saya tidak terlalu memusingkan bagaimana pendapat orang di sekitar selama kami berdua saling menghargai.

──Terakhir, apakah kamu ingin menikah?

Mau. Tapi saya tidak menentukan batas kapan harus menikah. Namun, kalau terlalu tua pun, rasanya saya tidak mau (tertawa).